dr. Samuel Pola Karta Sembiring Dokter umum lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Menyelesaikan studi pendidikan dokter pada tahun 2015. Tertarik dengan ilmu kedokteran dan bidang IT. Pernah mengabdi di RSUD Arga Makmur Bengkulu Utara dan bekerja di RSU Martha Friska Medan. Saat ini penulis sedang menjalani residensi Ilmu Bedah di Universitas Padjadjaran.

Konsultasi#52: Benarkah Anak Saya Penderita Thalasemia?

59 sec read

sy pnya anak berumur 5 thn,1,5 bln yg lalu dia baru saja transfusi darah krn hbnya turun smpe 3(sy gak tau istilahnya)badan anak sy kurus dan perutnya membesar.Dia pernah menjalani transfusi darah ketika berusia 1 thn,jadi ini yg ke 2 kalinya.sy dr aceh,ditmpt kami sy tdk prnah mendengar tntng penyakit thalasemia dan seluk beluknya..yg ingin sy tnyakan,apakah benar anak sy menderita thalasemia atau bkn?krn yg sy baca2 penderita thalasemia hrs terus menerus transfusi darah,mengapa anak sy ketika berusia 1 thn kemudian hbnya turun lg ketika berusia 5 thn.nafsu mkn ank sy cukup baik hanya saja berat bdnnya tdk bisa naik,kulitnya jg tdk menghitam,dia jg tdk mempunyai ciri wajah penderita thalasemia.

(W)

Jawab:
Baik.

Hemoglobin yang turun, umumnya mengindikasikan adanya anemia ataupun bisa juga thalasemia.
Untuk kasus thalasemia, kadar hemoglobin menurun akibat produksinya yang berkurang. Akibatnya, fungsi tubuh tidak terpenuhi karena pasokan energi yang dibutuhkan tidak cukup.

Wajah thalasemia ataupun yang biasa disebut Facies cooley tidak selalu tampak pada kasus thalasemia. Faciess cooley itu umumnya terlihat pada anak thalasemia berat.

Mungkin saja, anak anda menderita thalasemia ringan. Sebab dari cerita anda jelaskan, anak anda tidak selalu mendapat terapi transfusi darah. Sementara untuk anak thalasemia berat, mereka bergantung pada donor darah selama hidupnya.

Pada penderita thalasemia terkadang ditemukan pembesaran limpa. Dan inilah yang membuat perut tampak besar.

Dari kasus yang anda telah jelaskan juga, anak anda bisa hidup normal antara umur 1 sampai 5 tahun kemungkinan karena penyakitnya berhasil dikontrol.

Membedakan antara anemia dengan thalasemia ringan agak sulit kalau hanya lewat konsultasi seperti ini saja. Jadi, tetap ikuti saran dokter anak anda!

Terima kasih.
Salam sehat!
Samuel Pola Karta Sembiring
klik disini untuk ajukan konsultasi.

dr. Samuel Pola Karta Sembiring Dokter umum lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Menyelesaikan studi pendidikan dokter pada tahun 2015. Tertarik dengan ilmu kedokteran dan bidang IT. Pernah mengabdi di RSUD Arga Makmur Bengkulu Utara dan bekerja di RSU Martha Friska Medan. Saat ini penulis sedang menjalani residensi Ilmu Bedah di Universitas Padjadjaran.

Mengapa Patah Tulang Panggul Bisa Mengancam Nyawa?

Ketika mendengar istilah patah tulang, kebanyakan orang mungkin langsung membayangkan lengan atau kaki yang dibalut gips. Namun, ada satu jenis patah tulang yang jauh...
dr. Samuel Pola Karta Sembiring
1 min read

Mana Pengobatan yang Lebih Baik Untuk Patah Tulang Panggul?…

Patah tulang panggul (pelvic fracture) merupakan salah satu cedera yang sering dianggap berbahaya dalam dunia medis. Cedera ini terjadi ketika tulang panggul—yang terdiri dari...
dr. Samuel Pola Karta Sembiring
2 min read

Patah Tulang Panggul: Mengapa Berbahaya dan Bagaimana Penanganannya

Patah tulang panggul (pelvis) adalah salah satu cedera yang paling serius dalam dunia medis. Cedera ini bisa terjadi akibat kecelakaan lalu lintas, jatuh dari...
dr. Samuel Pola Karta Sembiring
1 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *