dr. Samuel Pola Karta Sembiring Dokter umum lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Menyelesaikan studi pendidikan dokter pada tahun 2015. Tertarik dengan ilmu kedokteran dan bidang IT. Pernah mengabdi di RSUD Arga Makmur Bengkulu Utara dan bekerja di RSU Martha Friska Medan. Saat ini penulis bertugas tetap di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung sebagai dokter umum.

Vaksin COVID-19 Sinovac!

1 min read

Rasanya sudah beberapa bulan kita telah mendengar vaksin Sinovac. Dulu nama ini muncul sekitar bulan Juni dan Juli. Dan topik ini cukup hangat dibicarakan.

Sebagian orang sangat menaruh harapan pada vaksin ini nantinya. Karena mereka berpikir ini adalah kunci dari pandemi ini. Namun sebagian lagi malah salah fokus. Berhubung Sinovac adalah perusahaan vaksin dari China, mereka ini “menolak” berharap. Kata mereka, perusahaan dari negara itu mungkin memiliki maksud-maksud tertentu sehingga melakukan pengujian vaksin di Indonesia.

Memang betul. Saat Sinovac hadir ke Indonesia, vaksin memang belum siap untuk dipakai. Karena baru selesai uji klinis fase kedua. Dan penelitian akan dilanjutkan di Indonesia dalam rangka uji klinis fase ketiga. Karena hal ini lah, beberapa kelompok berpikir bahwa Indonesia menjadi kelinci percobaan vaksin mereka. Apa benar?

Sinovac merupakan perusahaan dari China yang berfokus pada penelitian dan pengembangan vaksin. Jadi, ini bukan nama vaksin. Untuk nama vaksinnya sendiri kita belum tahu. Apakah hanya dinamai “Vaksin COVID-19” atau bukan, kita tidak tahu. Yang pasti nama “Sinovac” ini merupakan nama perusahaan yang selama ini telah memproduksi vaksin-vaksin seperti Healive, Bilive, Anflu, Panflu dan berikutnya adalah vaksin COVID-19.

Penelitian vaksin COVID-19 akan dilaksanakan di Bandung, tepatnya di Bio Farma. Akan ada sekitar 1600 relawan yang ikut dalam penelitian ini. Dan penelitian ini diperkirakan selesai dalam 6-9 bulan mendatang.

Cara kerja Vaksin

Vaksin mengandung mikroorganisme seperti virus atau bakteri yang dilemahkan. Saat vaksinasi, terjadi paparan antara mikroorganisme dengan sistem kekebalan tubuh.

Sehingga diharapkan antibodi akan terbentuk dan mengenali mikroorganisme. Agar bila terjadi paparan ulang, antibodi tadi dapat menyerang mikroorganisme yang sama.

Mengapa diuji di Indonesia?

Ini pertanyaan yang banyak sekali ditanyakan. Bahkan ada banyak asumsi-asumsi dan kabar keliru yang bertebaran di masyarakat. Jadi, saya berharap setelah membaca tulisan ini, anda dapat menjelaskannya pula ke teman, saudara atau kolega anda tentang kebenaran ini. Agar hoax tidak mendominasi di masyarakat

Vaksin COVID-19 miliki Sinovac telah sampai pada uji klinis fase ketiga. Penelitian ini perlu dilakukan pada daerah yang masih memiliki angka kasus COVID-19 yang masih tinggi seperti Indonesia, Brazil, Turki, Bangladesh dan Chili. Penelitian ini tidak dapat dilakukan di China dikarenakan telah menurunnya kasus COVID-19 di China.

Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Dalam hal uji klinis, hal-hal seperti ini adalah hal yang lumrah. Seluruh negara pernah melakukannya. Dan, negara kita juga pernah melakukan uji klinis ke luar negeri.

Sekarang, mari dukung dan doakan penelitian ini agar berjalan lancar dan membawa hasil yang baik untuk semua. Semoga pandemi ini dapat segera berakhir.

Terakhir, pesan saya, tetap pakai masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan.

dr. Samuel Pola Karta Sembiring Dokter umum lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Menyelesaikan studi pendidikan dokter pada tahun 2015. Tertarik dengan ilmu kedokteran dan bidang IT. Pernah mengabdi di RSUD Arga Makmur Bengkulu Utara dan bekerja di RSU Martha Friska Medan. Saat ini penulis bertugas tetap di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung sebagai dokter umum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Spam Protection by WP-SpamFree

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.