dr. Samuel Pola Karta Sembiring Dokter umum lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Menyelesaikan studi pendidikan dokter pada tahun 2015. Tertarik dengan ilmu kedokteran dan bidang IT. Pernah mengabdi di RSUD Arga Makmur Bengkulu Utara dan bekerja di RSU Martha Friska Medan. Saat ini penulis bertugas tetap di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung sebagai dokter umum.

COVID-19 Hanya Akal-akalan saja?

1 min read

Anda pasti tahu kenapa saya menulis artikel ini? Tentu karena ada sebagian orang yang menganggap COVID-19 ini hanya mengada-ada saja.

Akhir tahun lalu tepatnya di sekitar pertengahan bulan Desember 2019, muncul kasus pneumonia baru. Peneliti China menyebutnya pneumonia yang misterius, karena kasusnya berbeda dengan kasus pneumonia selama ini. Daya tularnya yang sangat cepat, sehingga saat itu banyak sekali korban yang mengalami pneumonia. Setelah diselidiki ternyata penyebabnya adalah virus Corona yang memiliki kemiripan dengan virus SARS dulu pada tahun 2002.

Saat itu China yang memulai, dan sekarang China lagi yang memulai. Sama-sama berakhir pandemi dan sama-sama disebabkan SARS.

Jelas ini bukan prestasi, karena tak satupun yang menginginkan ini. Kita semua ingin pandemi ini cepat berakhir. Namun, bagaimana bisa cepat berakhir bila kita sendiri belum sevisi dan sepemahaman?

Ada yang mengakui COVID-19 nyata adanya, namun ada pula yang tidak. Apakah benar COVID-19 ini tidak nyata?

“Kalau belum melihat, saya belum percaya”

Faktanya, banyak yang menganggap COVID-19 hanya akal-akalan, karena mereka tidak bisa melihat kasus ini secara nyata. Tidak bisa dibuktikan. Hasil Swab mungkin bisa dimanipulasi pikir mereka. Nah, disinilah letak sulitnya kita untuk mengubah pendirian orang yang seperti itu.

COVID-19 adalah nama penyakit yang ditetapkan WHO untuk penyakit yang disebabkan Novel Coronavirus / SARS CoV-2. Virus ini ukurannya super kecil hingga mikrometer, sehingga tidak bisa dilihat mata telanjang.

Karena itulah (seperti yang telah saya jelaskan di atas), banyak sekali masyarakat awam yang mudah percaya hoax. Bahwa COVID-19 itu tidak ada. Hanya akal-akalan. Sekedar konspirasi.

Stop berpikiran begitu!
Hasil PCR (SWAB) tidak mungkin bisa dimanipulasi!

Anda mungkin tidak bergejala, tetapi bukan berarti kamu bebas dari COVID-19. Anda mungkin tidak bergejala, tetapi diagnosis COVID-19 yang diberikan RS tidak mungkin tanpa dasar.

Maka dari itu, pakailah masker kemana-mana. Ini bisa jadi salah satu upaya memproteksi diri dari COVID-19. Serta rajin cuci tangan dan jaga jarak.

Persoalan mengenai orang lain percaya COVID-19 atau tidak, bukan lah tanggung jawab kita sepenuhnya. Sebagian orang memang tidak mau untuk ditolong. Tugas kita adalah mengingatkan, selebihnya tergantung pada orang itu.

dr. Samuel Pola Karta Sembiring Dokter umum lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Menyelesaikan studi pendidikan dokter pada tahun 2015. Tertarik dengan ilmu kedokteran dan bidang IT. Pernah mengabdi di RSUD Arga Makmur Bengkulu Utara dan bekerja di RSU Martha Friska Medan. Saat ini penulis bertugas tetap di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung sebagai dokter umum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Spam Protection by WP-SpamFree

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.