dr. Samuel Pola Karta Sembiring Dokter umum lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Menyelesaikan studi pendidikan dokter pada tahun 2015. Tertarik dengan ilmu kedokteran dan bidang IT. Pernah mengabdi di RSUD Arga Makmur Bengkulu Utara dan bekerja di RSU Martha Friska Medan. Saat ini penulis bertugas tetap di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung sebagai dokter umum.

Bisakah COVID-19 Menular Lewat Kolam Renang?

1 min read

Saat ini kita telah memasuki masa New Normal. Masa dimana kita telah melewati masa PSBB (bagi daerah yang melaksanakan PSBB). New Normal ini dimaksudkan agar kita dapat kembali menjalankan aktivitas kita dengan biasa tetapi dengan menerapkan kebiasaan yang baru. Itulah yang dinamakan New Normal. Atau Normal yang baru.

Kebiasaan menggunakan masker, mencuci tangan dan jaga jarak harus kita jadikan sebagai kebiasaan normal saat ini. Jangan anggap hal ini hanya sementara. Bisa jadi ini akan seterusnya kita terapkan. Maka dari itu kebiasaan-kebiasaan ini kita sebut “Normal.”

Dulu saat situasi pandemi memuncak, semua aktivitas non esensial sempat dihentikan. Semuanya tetap di rumah. Bekerja dari rumah dan beribadah di rumah. Beda dengan saat ini dimana situasi mulai dilonggarkan. Walau longgar, tetapi kita jangan lengah. Sebab, bila kita lengah, COVID-19 dengan mudah menyerang. Tujuan yang awalnya adalah memutus penularan malah batal.

Di masa New Normal ini, sudah mulai banyak yang dilonggarkan. Beberapa tempat hiburan dan tempat makan mulai dibuka kembali. Tetapi dengan menerapkan protokol kesehatan. Salah satu tempat rekreasi adalah kolam renang.

Pasti ada yang berpikir, berenang malah justru meningkatkan penularan. Tunggu dulu! Kita akan jelaskan disini.

Pasti akan muncul banyak pertanyaan. Apakah berenang di saat seperti ini aman? Atau justru ide yang buruk? Sebagian orang malah berpendapat bahwa ide dibukanya kembali kolam renang adalah ide yang buruk.

Mungkinkah COVID-19 Menular Lewat Kolam Renang?

Begini faktanya. Menurut CDC, belum ada bukti bahwa virus Corona dapat bertahan hidup di air atau menular lewat air. Silakan catat dan garis bawahi. Belum ada bukti virus corona menular lewat air.

Jadi, anda aman untuk berenang di kolam renang umum. Asal tetap menjaga jarak dengan orang yang lain. Sebab kontak fisik tetap dapat berpeluang menularkan virus.

Di tambah lagi, air kolam yang berklorin mampu membunuh si virus! Kolam renang pada umumnya diberi klorin.

Dapat disimpulkan bahwa berenang di kolam renang masih dapat dikatakan aman di masa pandemi saat ini. Walau demikian, harus tetap memperhatikan jarak dengan perenang lain.

Lalu, haruskah tetap memakai masker saat berenang?

Tentu tidak. Alasannya, pertama, masker justru akan basah bila dipakai berenang. Memakai masker basah saat berenang tentu bukan ide yang bagus. Kedua, memakai masker saat berenang justru akan mempersulit perenang itu sendiri. Kita semua tahu, salah satu bagian penting berenang adalah mengatur pernapasan. Masker justru akan menghalanginya. Yang ketiga, berenang termasuk olahraga kardio. Sehingga masker tidak perlu dipakai saat melakukan aktivitas kardio.

Apakah Masker Scuba Awalnya Dibuat Untuk Perenang?
Meskipun masker scuba dibuat dari bahan kain renang, bukan berarti masker kain scuba diperuntukkan untuk perenang. Tetap, pada dasarnya, perenang tidak perlu pakai masker saat berenang.

dr. Samuel Pola Karta Sembiring Dokter umum lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Menyelesaikan studi pendidikan dokter pada tahun 2015. Tertarik dengan ilmu kedokteran dan bidang IT. Pernah mengabdi di RSUD Arga Makmur Bengkulu Utara dan bekerja di RSU Martha Friska Medan. Saat ini penulis bertugas tetap di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung sebagai dokter umum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Spam Protection by WP-SpamFree

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.