dr. Samuel Pola Karta Sembiring Dokter umum lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Menyelesaikan studi pendidikan dokter pada tahun 2015. Tertarik dengan ilmu kedokteran dan bidang IT. Pernah mengabdi di RSUD Arga Makmur Bengkulu Utara dan bekerja di RSU Martha Friska Medan. Saat ini penulis sedang menjalani residensi Ilmu Bedah di Universitas Padjadjaran.

Konsultasi#241: Bintik-bintik Pada Mata

1 min read

Dear Pengasuh Konsultasi MorphostLab,
Saya barusan baca salah satu bahan konsultasi mengenai Floater di mata yg dikatakan tidak berbahaya dan dapat hilang sendiri.
Kasus yg saya alami gejalanya sama ada bintik-bintik hitam yg mengapung pada mata kiri saya. Ini saya rasakan sudah lebih dari 10 tahun, dan jumlahnya kian banyak (mungkin sekitar 100).
Bagaimana ini, apakah bisa disembuhkan/dikurangi ?
Makanan atau hal apa yang harus saya hindari agar tidak bertambah parah ?
Mohon nasihat.

Trimakasih.
(IK)

Jawab:
Selamat sore! 🙂

Ini adalah konsultasi saya yang lain mengenai floaters:
http://www.doktersam.id/jawaban-konsultasi/konsultasi113-benarkah-sel-mata-saya-mati.html

Floaters memang tidak berbahaya sehingga tidak pernah diberikan pengobatan kecuali jika penyebabnya adalah ablasio retina. Floaters yang muncul secara alami tidak diberi pengobatan.

Dalam jawaban konsultasi#113 tersebut, saya menyebutkan bahwa “Floaters dapat hilang sendiri.”
Menurut beberapa referensi yang saya baca, floaters ini dapat diserap oleh proses-proses alami dalam mata. Namun, kalaupun ini benar maka floaters hanya dapat hilang sedikit saja. Sebab dalam banyak kasus floaters ini tidak menghilang.

Jadi sebenarnya yang saya maksudkan adalah keluhan Floaters sendiri lah yang dapat menghilang. Mengapa?
Karena kecenderungan penderita yang sering mengabaikannya saat melihat. Penderita sering terbiasa mengabaikannya sehingga tidak merasakan lagi adanya floaters atau paling tidak keluhannya berkurang.

Saya sendiri memiliki floaters di mata saya. Saya menyadarinya sejak umur 7 tahun. Hingga sekarang saya merasa tidak melihat floaters lagi. Namun keluhan itu muncul kembali setelah menjawab konsultasi ini. (karena diingatkan). 🙂

Banyak pengobatan yang dilakukan sekarang, namun tidak ada yang efektif. Menurut penelitian tidak ada pengaruh dari konsumsi makanan dan juga lama tidaknya di depan layar.

Floaters lebih sering ditemui pada orang tua atau lanjut usia. Pada anak muda biasanya disertai rabun jauh atau miopi.
Tidak diketahui apa kaitan antara miopi dengan floaters. Setidaknya kamu bisa jaga mata kamu untuk tidak rabun jauh.

Terima kasih
Semoga bermanfaat
Samuel Pola Karta Sembiring
http://www.doktersam.id
klik disini untuk ajukan konsultasi.

Referensi:
Haruskah Eye Floaters diobati?

dr. Samuel Pola Karta Sembiring Dokter umum lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Menyelesaikan studi pendidikan dokter pada tahun 2015. Tertarik dengan ilmu kedokteran dan bidang IT. Pernah mengabdi di RSUD Arga Makmur Bengkulu Utara dan bekerja di RSU Martha Friska Medan. Saat ini penulis sedang menjalani residensi Ilmu Bedah di Universitas Padjadjaran.

Mengapa Patah Tulang Panggul Bisa Mengancam Nyawa?

Ketika mendengar istilah patah tulang, kebanyakan orang mungkin langsung membayangkan lengan atau kaki yang dibalut gips. Namun, ada satu jenis patah tulang yang jauh...
dr. Samuel Pola Karta Sembiring
1 min read

Mana Pengobatan yang Lebih Baik Untuk Patah Tulang Panggul?…

Patah tulang panggul (pelvic fracture) merupakan salah satu cedera yang sering dianggap berbahaya dalam dunia medis. Cedera ini terjadi ketika tulang panggul—yang terdiri dari...
dr. Samuel Pola Karta Sembiring
2 min read

Patah Tulang Panggul: Mengapa Berbahaya dan Bagaimana Penanganannya

Patah tulang panggul (pelvis) adalah salah satu cedera yang paling serius dalam dunia medis. Cedera ini bisa terjadi akibat kecelakaan lalu lintas, jatuh dari...
dr. Samuel Pola Karta Sembiring
1 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *