dr. Samuel Pola Karta Sembiring Dokter umum lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Menyelesaikan studi pendidikan dokter pada tahun 2015. Tertarik dengan ilmu kedokteran dan bidang IT. Pernah mengabdi di RSUD Arga Makmur Bengkulu Utara dan bekerja di RSU Martha Friska Medan. Saat ini penulis sedang menjalani residensi Ilmu Bedah di Universitas Padjadjaran.

Haruskah Eye Floaters Diobati?

2 min read

Pernahkah kamu melihat ada bayangan-bayangan seperti jaring laba-laba yang bergerak di lapangan pandang mata kamu? Bayangan-bayangan ini bergerak ketika kita menggerakkan mata kita. Bayangan yang dimaksud seperti gambar di bawah ini.

Eye floaters digambarkan sebagai bayangan-bayangan hitam yang bergerak muncul di lapangan penglihatan.

Bayangan-bayangan yang bergerak ini bila kita amati akan bergerak menjauh, begitu juga sebaliknya bila kita menggerakkan bola mata kita ke arah berlawanan, maka gambaran bayangan ini akan mengikuti pandangan mata kita. Bayangan-bayangan ini lah yang disebut Eye Floaters. Adakah diantara kamu yang memiliki ini?

“Jejaring laba-laba” ini terus bergerak ibarat berenang di pandangan mata kita. Mereka tidak hilang, tetapi otak kita sudah beradaptasi sehingga kita sering mengabaikan gambaran ini. Kita bisa melihatnya dengan sadar ketika melihat background yang cerah misalnya melihat ke arah langit, tembok putih atau kertas putih.

Bayangan-bayangan hitam ini disebut Eye Floaters. Mereka ini berada di dalam vitrous humour yang merupakan substansi gel yang berada di dalam mata. Vitrous humour sejatinya berstruktur gel, namun seiring usia akan berubah lebih encer. Serat-serat protein di dalam vitrerous humor juga akan menyusut dan saling menempel dengan serat protein lainnya yang kemudian membentuk floaters di vitreous humour.

Sebenarnya ini bukanlah penyakit melainkan tanda dari suatu kondisi atau penyakit. Biasanya eye floaters muncul seiring umur. Mereka yang berusia diatas 50 tahun bisa saja mendapat eye floaters. Dan ini normal. Namun tidak menutup kemungkinan usia yang lebih muda atau anak-anak juga memiliki eye floaters. Eye floaters yang muncul pada masa anak-anak juga bukan berarti ada gangguan atau masalah pada mata.

Eye floaters juga dapat muncul pada penyakit-penyakit diabetes, perdarahan pada mata, trauma/benturan pada mata serta peradangan di mata. Dan ini yang perlu menjadi perhatian. Namun demikian, bukan eye floaters-nya yang perlu kita tangani tetapi penyakit mendasarnya yang harus kita terapi.

Inflamasi pada lapisan uvea mata mengakibatkan banyak debris inflamasi yang dilepaskan ke vitreous humour yang kemudian dilihat sebagai eye floaters. Sementara perdarahan pada mata juga bisa menyebabkan keluhan eye floaters karena sel-sel darah yang masuk ke vitreous humour ternyata mengganggu lapangan penglihatan. Salah satu kelainan berat yang menjadi penyebab eye floaters adalah Torn Retina atau retina yang robek, yang apabila tidak ditangani dapat memperburuk robekan retina yang akhir dapat menjadi ablasi retina (retina yang terlepas).

Apakah eye floaters berbahaya? Sebenarnya tidak. Bahkan sebenarnya tidak perlu mendapat pengobatan. Namun, seseorang dengan eye floaters harus tahu tanda-tanda kapan harus segera periksa ke dokter. Misalnya, seperti eye floaters yang bertambah semakin banyak, munculnya floaters baru dengan cepat, dan terganggunya penglihatan akibat banyaknya eye floaters. Dengan ada tanda-tanda demikian, seseorang dengan eye floaters harus segera ke dokter untuk memeriksa kemungkinan-kemungkinan penyebab tertentu agar bisa mendapat penanganan yang cepat dan tepat.
Eye Floaters yang bertambah banyak saja tidak cukup menjadi alasan untuk datang ke dokter mata. Jika memang anda dapat mengabaikannya dan itu tidak mengganggu penglihatan anda, anda bisa tetap hidup dengan Eye Floaters.

Eye floaters yang telah mengganggu penglihatan perlu diberi pengobatan. Pilihannya adalah operasi atau vitrektomi dan laser. Vitrektomi dilakukan untuk mengeluarkan vitreous humor yang telah keruh “floaters” dengan cairan solusion yang baru. Tindakan ini tidak sepenuhnya menghilangkan eye floaters dan juga tidak menjamin floaters yang baru tidak muncul lagi. Pilihan kedua adalah laser. Tindakan ini bertujuan untuk memecah floaters menjadi potongan lebih halus sehingga tidak terlihat lagi atau tidak mengganggu penglihatan. Sebagian orang menyatakan tindakan ini memperbaiki penglihatannya. Selebihnya menyatakan hanya merasakan sedikit efek bahkan tidak ada merasakan efek sama sekali.

Referensi:

  1. Eye Floaters (Mayoclinic.org)
  2. Eye Floaters: Causes, Symptoms, and Treatment (Webmd.com)
  3. Floaters (Macularsociety.org)
dr. Samuel Pola Karta Sembiring Dokter umum lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Menyelesaikan studi pendidikan dokter pada tahun 2015. Tertarik dengan ilmu kedokteran dan bidang IT. Pernah mengabdi di RSUD Arga Makmur Bengkulu Utara dan bekerja di RSU Martha Friska Medan. Saat ini penulis sedang menjalani residensi Ilmu Bedah di Universitas Padjadjaran.

Bio Saya

BIO SAYA Pendidikan PPDS Ilmu Bedah Unpad 2022 Profesi Dokter RSUP HAM 2013 FK USU 2009 Pengalaman RSUP dr. Hasan Sadikin 2018 Tim Medis...
dr. Samuel Pola Karta Sembiring
36 sec read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *