dr. Samuel Pola Karta Sembiring Dokter umum lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Menyelesaikan studi pendidikan dokter pada tahun 2015. Tertarik dengan ilmu kedokteran dan bidang IT. Pernah mengabdi di RSUD Arga Makmur Bengkulu Utara dan bekerja di RSU Martha Friska Medan. Saat ini penulis bertugas tetap di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung sebagai dokter umum.

Buang Air Kecil Berwarna Merah

1 min read

Naskah Konten

  • Buang Air Kecil Berwarna Merah, Apa sebabnya?
  • Warna merah pada air seni biasanya disebabkan karena adanya darah.
    Air seni yang bercampur darah disebut hematuria.
  • Buang air kecil yang berwarna merah tentu menimbulkan kekhawatiran. Sebab warna urin yang berwarna kemerahan tentu bukanlah urin normal.
    (Fyi, warna urin normal adalah kuning bening).
    Penyebabnya bisa bermacam-macam. Swipe dulu guys .
    *Urin artinya air seni atau air kencing.
  • INFEKSI SALURAN KEMIH.
    Biasanya ini karena kebiasaan menahan buang air kecil. Sehingga terjadi pengumpulan kuman dalam jumlah banyak dalam kandung kemih.
    Meski tidak selalu terjadi, penyakit ini dapat mengakibatkan kencing berwarna merah.
    Infeksi saluran kemih biasanya paling sering diderita wanita. Karena saluran urethra yang pendek dan cara membasuh dubur yang tidak tepat. Sementara laki-laki memiliki saluran urethra yang lebih panjang, sehingga risiko infeksi saluran kemih pada laki-laki lebih kecil dibanding wanita.
  • BATU SALURAN KEMIH
    Batu saluran kemih juga bisa disebabkan kebiasaan menahan kencing, sehingga lama kelamaan terbentuk batu dalam saluran kemih.
    Batu ini dapat menciderai dinding kandung kemih atau saluran kemih. Sehingga warna urin berubah menjadi merah. Warna merah ini berasal dari darah akibat luka dinding kandung kemih.
  • KEGANASAN
    Keganasan yang dimaksud disini adalah kanker.
    Kanker prostat, kanker kandung kemih serta kanker ginjal dapat menyebabkan buang air kecil berwarna merah.
    Kanker biasanya berupa benjolan yang mudah berdarah sehingga tidak heran apabila terjadi perdarahan dalam saluran kemih.
    Umumnya keganasan terjadi pada orang tua atau lansia. Sementara pada usia muda atau anak-anak jarang ditemukan.
  • KELAINAN DARAH
    Hemofilia dan penyakit anemia sel sabit dapat menyebabkan air urin bercampur darah. Pada hemofilia, darah tidak dapat membeku. Sehingga bila terjadi perlukaan pada saluran kemih perdarahan akan sulit berhenti.
    Selain itu, kelainan-kelainan yang ditandai trombositopenia (kadar trombosit rendah) juga bisa menyebabkan urin berwarna merah.
  • OBAT-OBATAN
    Beberapa obat pengencer darah dapat menyebabkan buang air kecil berwarna merah, misalnya warfarin dan aspilet.
    Para penderita penyakit jantung biasanya harus rutin mengonsumsi obat aspilet. Sehingga tidak heran bila mereka mengeluhkan urin berwarna merah.
    Obat lain yaitu Rifampicin (obat anti tuberkulosis). Rifampicin adalah obat anti tuberkulosis. Obat ini dapat menyebabkan warna urin berubah merah. Tapi bukan darah. Melainkan akibat hasil metabolisme obat.
  • Terima kasih. Semoga bermanfaat.
    Jika ada pertanyaan, silakan DM dan komen.
dr. Samuel Pola Karta Sembiring Dokter umum lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Menyelesaikan studi pendidikan dokter pada tahun 2015. Tertarik dengan ilmu kedokteran dan bidang IT. Pernah mengabdi di RSUD Arga Makmur Bengkulu Utara dan bekerja di RSU Martha Friska Medan. Saat ini penulis bertugas tetap di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung sebagai dokter umum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Spam Protection by WP-SpamFree

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.