Halo phic! Seperti biasa, pengen tanya lagi (seperti kata guru, banyak bertanya = orang yang pintar :P).
Nah, pertanyaan kali ini sedikit aja, yaitu kenapa telinga kerasa kemasukan angin bila kita naek pesawat atau pergi jarak jauh dengan melewati gunung?
Saya tahu, itu dikarenakan adanya perubahan tekanan secara tiba-tiba, tapi pertanyaannya adalah kenapa tekanan mempengaruhi pendengaran telinga? Maksudnya, bisa dijelaskan lebih dalam kenapa, seperti apa yang terjadi dengan telinga saat terjadi perubahan tekanan secara tiba-tiba?
Ok, itu saja ya phic. Trims.
Jawab:
Baik.
Sebelum saya menjelaskan, saya akan beritahu dulu sedikit mengenai telinga. Di dalam telinga kita ada yang disebut gendang telinga. Gendang telinga ini membagi antara telinga bagian tengah dengan telinga yang bagian luar. Dan telinga tengah berhubungan dengan hidung dan faring melalui tuba eusthacius.
Nah, jadi beberapa orang pernah mengalami hal ini. Telinga menjadi sakit terutama ketika pesawat hendak take off atau mendarat. Apa penyebabnya?
Menurut istilah kedokteran, gangguan ini dinamakan Oklusi tuba. Ada sumbatan pada tuba eusthacius tersebut. Fungsi tuba ini sebenarnya untuk menyeimbangkan tekanan udara di telinga bagian dalam dan luar. Kalau misalnya tekanan antara luar dan telinga dalam berbeda maka, saluran ini akan terbuka untuk membiarkan udara masuk supaya tekanan menjadi seimbang.
Dikarenakan tuba eusthacius ini berhubungan langsung dengan hidung dan faring, maka respon menelan ludah dan menguap bisa menormalkan gangguan ini! Menarik kan? Saluran / tuba eusthacius ini terbuka.
Yang menjadi masalah adalah mereka yang terkena flu. Mereka sulit menyeimbangkan tekanan tersebut. Maka dianjurkanlah mereka untuk memakai obat tetes hidung.
Untuk mencegah hal-hal ini terjadi, biasakan untuk sering menelan ludah saat perjalanan atau mengulum permen karet.
Terima kasih,
Salam sehat!
Samuel Pola Karta Sembiring
Klik disini untuk ajukan konsultasi lain.