dr. Samuel Pola Karta Sembiring Dokter umum lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Menyelesaikan studi pendidikan dokter pada tahun 2015. Tertarik dengan ilmu kedokteran dan bidang IT. Pernah mengabdi di RSUD Arga Makmur Bengkulu Utara dan bekerja di RSU Martha Friska Medan. Saat ini penulis sedang menjalani residensi Ilmu Bedah di Universitas Padjadjaran.

Konsultasi#74: Mengapa Telinga Terasa Seperti “Kemasukan Angin” Saat Naik Pesawat?

58 sec read

Halo phic! Seperti biasa, pengen tanya lagi (seperti kata guru, banyak bertanya = orang yang pintar :P).

Nah, pertanyaan kali ini sedikit aja, yaitu kenapa telinga kerasa kemasukan angin bila kita naek pesawat atau pergi jarak jauh dengan melewati gunung?

Saya tahu, itu dikarenakan adanya perubahan tekanan secara tiba-tiba, tapi pertanyaannya adalah kenapa tekanan mempengaruhi pendengaran telinga? Maksudnya, bisa dijelaskan lebih dalam kenapa, seperti apa yang terjadi dengan telinga saat terjadi perubahan tekanan secara tiba-tiba?

Ok, itu saja ya phic. Trims.

Jawab:
Baik.

Sebelum saya menjelaskan, saya akan beritahu dulu sedikit mengenai telinga. Di dalam telinga kita ada yang disebut gendang telinga. Gendang telinga ini membagi antara telinga bagian tengah dengan telinga yang bagian luar. Dan telinga tengah berhubungan dengan hidung dan faring melalui tuba eusthacius.

Nah, jadi beberapa orang pernah mengalami hal ini. Telinga menjadi sakit terutama ketika pesawat hendak take off atau mendarat. Apa penyebabnya?

Menurut istilah kedokteran, gangguan ini dinamakan Oklusi tuba. Ada sumbatan pada tuba eusthacius tersebut. Fungsi tuba ini sebenarnya untuk menyeimbangkan tekanan udara di telinga bagian dalam dan luar. Kalau misalnya tekanan antara luar dan telinga dalam berbeda maka, saluran ini akan terbuka untuk membiarkan udara masuk supaya tekanan menjadi seimbang.

Dikarenakan tuba eusthacius ini berhubungan langsung dengan hidung dan faring, maka respon menelan ludah dan menguap bisa menormalkan gangguan ini! Menarik kan? Saluran / tuba eusthacius ini terbuka.

Yang menjadi masalah adalah mereka yang terkena flu. Mereka sulit menyeimbangkan tekanan tersebut. Maka dianjurkanlah mereka untuk memakai obat tetes hidung.

Untuk mencegah hal-hal ini terjadi, biasakan untuk sering menelan ludah saat perjalanan atau mengulum permen karet.

Terima kasih,
Salam sehat!
Samuel Pola Karta Sembiring
Klik disini untuk ajukan konsultasi lain.

dr. Samuel Pola Karta Sembiring Dokter umum lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Menyelesaikan studi pendidikan dokter pada tahun 2015. Tertarik dengan ilmu kedokteran dan bidang IT. Pernah mengabdi di RSUD Arga Makmur Bengkulu Utara dan bekerja di RSU Martha Friska Medan. Saat ini penulis sedang menjalani residensi Ilmu Bedah di Universitas Padjadjaran.

Mengapa Patah Tulang Panggul Bisa Mengancam Nyawa?

Ketika mendengar istilah patah tulang, kebanyakan orang mungkin langsung membayangkan lengan atau kaki yang dibalut gips. Namun, ada satu jenis patah tulang yang jauh...
dr. Samuel Pola Karta Sembiring
1 min read

Mana Pengobatan yang Lebih Baik Untuk Patah Tulang Panggul?…

Patah tulang panggul (pelvic fracture) merupakan salah satu cedera yang sering dianggap berbahaya dalam dunia medis. Cedera ini terjadi ketika tulang panggul—yang terdiri dari...
dr. Samuel Pola Karta Sembiring
2 min read

Patah Tulang Panggul: Mengapa Berbahaya dan Bagaimana Penanganannya

Patah tulang panggul (pelvis) adalah salah satu cedera yang paling serius dalam dunia medis. Cedera ini bisa terjadi akibat kecelakaan lalu lintas, jatuh dari...
dr. Samuel Pola Karta Sembiring
1 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *