dr. Samuel Pola Karta Sembiring Dokter umum lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Menyelesaikan studi pendidikan dokter pada tahun 2015. Tertarik dengan ilmu kedokteran dan bidang IT. Pernah mengabdi di RSUD Arga Makmur Bengkulu Utara dan bekerja di RSU Martha Friska Medan. Saat ini penulis sedang menjalani residensi Ilmu Bedah di Universitas Padjadjaran.

Konsultasi#68: Kortikosteroid Versus NSAID. Mana yang Lebih Baik?

57 sec read

Apa yang menjadi dasar seorang dokter dalam memberikan pemilihan obat kortikosteroid atau NSAID..?
knp harus dberikan gol kortikosteroid tidak NSAID saja atau sebaliknya..

(S)

Jawab:
Salam sehat.

NSAID dan kortikosteroid memang merupakan dua obat yang sering kita temukan dalam resep. Terkadang hanya salah satu yang diresepkan namun terkadang keduanya.

NSAID misalnya. Obat ini berfungsi untuk antiinflamasi sekaligus juga memiliki efek antipiretik dan analgesik. Dari namanya juga kita sudah bisa ambil kesimpulan sebenarnya. Non steroid Anti Inflammatory Drug.

Sementara kortikosteroid juga berfungsi untuk anti inflamasi.
Lalu, apa perbedaan, kelebihan dan kekurangan mereka masing-masing? Dan mana yang lebih baik?

NSAID sering dijadikan obat first-line untuk nyeri. Jenis-jenisnya pun banyak. Contohnya seperti Naproxen, Ibuprofen, Indometacin, Celecoxib dan lain-lain. Masing-masing punya dosis yang berbeda-beda.

NSAID umumnya cocok diberikan untuk nyeri ringan dan nyeri sedang ataupun nyeri kronik saat pasca bedah tetapi tidak untuk nyeri hebat seperti akibat terpotongnya saraf aferen.

Sedangkan kortikosteroid jarang sekali dijadikan obat first-line. Beberapa orang memberi kortikosteroid dengan julukan “obat yang keras”

Pemberian kortikosteroid sebenarnya selalu dihindari dikarenakan efek sampingnya yang banyak. Jika memang diharuskan untuk pemberian obat ini maka pengawasan ketat oleh tenaga medis juga harus dibutuhkan. Satu hal lagi yang perlu kita ketahui adalah kortikosteroid tidak untuk menyembuhkan penyakit tetapi hanya untuk mengurangi atau menghilangkan gejala saja (bersifat paliatif).

Jika kondisi mengharuskan keduanya diberikan maka harus disertai pengawasan seperti yang sudah saya jelaskan barusan. Jika tidak maka kemungkinan besar akan terjadi efek interaksi kedua obat ini yaitu: meningkatnya risiko perdarahan saluran cerna.

Semoga bermanfaat,
Terima kasih.
Samuel Pola Karta Sembiring
klik disini untuk ajukan konsultasi.

Kata kunci yang merujuk pada halaman ini:
obat steroid dan nsaid adalah

dr. Samuel Pola Karta Sembiring Dokter umum lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Menyelesaikan studi pendidikan dokter pada tahun 2015. Tertarik dengan ilmu kedokteran dan bidang IT. Pernah mengabdi di RSUD Arga Makmur Bengkulu Utara dan bekerja di RSU Martha Friska Medan. Saat ini penulis sedang menjalani residensi Ilmu Bedah di Universitas Padjadjaran.

Mengapa Patah Tulang Panggul Bisa Mengancam Nyawa?

Ketika mendengar istilah patah tulang, kebanyakan orang mungkin langsung membayangkan lengan atau kaki yang dibalut gips. Namun, ada satu jenis patah tulang yang jauh...
dr. Samuel Pola Karta Sembiring
1 min read

Mana Pengobatan yang Lebih Baik Untuk Patah Tulang Panggul?…

Patah tulang panggul (pelvic fracture) merupakan salah satu cedera yang sering dianggap berbahaya dalam dunia medis. Cedera ini terjadi ketika tulang panggul—yang terdiri dari...
dr. Samuel Pola Karta Sembiring
2 min read

Patah Tulang Panggul: Mengapa Berbahaya dan Bagaimana Penanganannya

Patah tulang panggul (pelvis) adalah salah satu cedera yang paling serius dalam dunia medis. Cedera ini bisa terjadi akibat kecelakaan lalu lintas, jatuh dari...
dr. Samuel Pola Karta Sembiring
1 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *