dr. Samuel Pola Karta Sembiring Dokter umum lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Menyelesaikan studi pendidikan dokter pada tahun 2015. Tertarik dengan ilmu kedokteran dan bidang IT. Pernah mengabdi di RSUD Arga Makmur Bengkulu Utara dan bekerja di RSU Martha Friska Medan. Saat ini penulis sedang menjalani residensi Ilmu Bedah di Universitas Padjadjaran.

Konsultasi#172: Bayi Penyandang Bibir Sumbing Unilateral Complete

2 min read

Selamat pagi Bpk.Samuel

Perkenalkan nama saya Tata. Saya memepunyai anak yang terlahir dengan bibir sumbing.usia anak saya baru menginjak 2 bulan (lahir 3 desember 2011) secara normal namun prematur dalam usia 34 minggu dan diawali pecah ketuban mulai dari tanggal 26 November 2011 dan setelah dirawat di RS akhirnya saya dapat melahirkan yang tadinya saran dokter kandungan saya akan diselamatkan sampai 9 bulan.

Saya berada di kota kecil (ciamis-jawa barat), sehingga RS yang ada di kota saya tidak bisa melakukan operasi bibir sumbing dan dari pihak RS menyarankan beberapa tempat untuk operasi. Saya masih ragu dan bingung, karenanya saya googling tentang operasi bibir sumbing dan akhirnya saya menemukan web Bpk.Samuel.

Kepada Bpk.Samuel saya ingin menanyakan beberapa hal tentang operasi bibir sumbing, kiranya Bpk.Samuel dapat membantu. beberapa hal yang ingin saya tanyakan diantaranya :

1.berapa tahapan yang akan dilakukan dalam operasi bibir sumbing?

2.Jika tidak ada gusi, apakah bisa membuat gusi buatan?klo tidak bagaimana nanti dgn pertumbuhan gigi anak?apakah nantinya jadi ompong krn tidak ada gusi?

3.Berapa biaya per tahap untuk operasi bibir sumbing? dan tahap pertama, operasi apa yang akan dilakukan pada penderita bibir sumbing?

4.Anak saya lahir prematur dgn BB 2kg dan skrg baru naik 5ons menjadi 2,5kg. Jika pada usia 3 bulan anak saya belum mencapai berat badan 4-5kg apakah masih bisa dioperasi tahap pertama?

5. Apa yang dimaksud dengan Plester non alergenik?apakah dari skrg anak saya harus menggunakannya?

Demikian pertanyaan yang sya ajukan, saya sangat menunggu jawabannya semoga Bpk.Samuel berkenan untuk menjawabnya.Oya, anak saya masuk dalam kategori bibir sumbing Unilateral Complete dan saat ini metode menyusui yang saya lakukan adalah dengan menggunakan kapas. untuk perhatiaannya saya ucapakan terimaksaih.

salam,
(T)

Jawab:
Selamat pagi ibu Tata.
Sebelumnya saya minta maaf atas keterlambatan untuk membalas konsultasi anda.

Jadi, perlu saya informasikan sebelumnya seorang anak penyandang bibir sumbing perlu dioperasi tidak lewat umur 5-6 bulan. Sebab pada umur yang demikian, seorang anak akan belajar berbicara.

1. Jumlah tahapan yang dilakukan tidak bisa dipastikan. Tergantung seberapa berat kelainan bibir yang anak anda alami. Kalau hanya sekedar bibir luar terbelah saja, ya cukup minimal 2 kali. Operasi penyatuan bibir dan operasi kosmetik.
Berdasar deskripsi kelainan bibir anak anda, tampaknya operasi yang harus dilakukan lebih dari itu.

2. Jika gusi hanya terbelah mungkin bisa dilakukan penyatuan. Tapi jika gusinya terlihat ‘bolong’ atau lebih dari terbelah mungkin akan ditambahkan semacam ‘daging’ untuk menutup kekurangan gusinya. Kalau masalah gigi-nya bisa diserahkan kepada dokter gigi. Dan memang pada umumnya pada kasus bibir sumbing yang berat biasanya dokter gigi diikutsertakan dalam satu tim. Tapi anda tidak perlu khawatir. Gigi anak anda bisa dirapatkan sehingga tidak terlihat ompong (hal ini bisa dilakukan jika masih muda. Semakin tua semakin sulit).
Namun gusi biasanya dikoreksi saat anak sudah berumur 8-9 tahun.

3. Biayanya tak tentu. Tiap operasi biayanya juga berbeda. Mengenai biaya mungkin bisa anda tanyakan langsung pada pihak rumah sakit.

4. Memang ada syaratnya. Ada tiga yaiatu, umur minimal 10 minggu, beratnya minimal 10 pon (sekitar 4-5 kg) dan hemoglobinnya paling tidak 10. Jika ketiga ini sudah terpenuhi, maka sudah boleh anak anda dioperasi. Namun tetap perhatikan kondisi umumnya apakah memang memungkinkan untuk segera dioperasi atau tidak.
Tindakan anda menyusui anak anda dengan kapas sudah tepat kok. Atau anda bisa gunakan dot khusus, yang jika dibalik langsung memancarkan susu ke dalam mulut anak anda.

5. Plester non alergenik fungsinya untuk direkatkan antara bibir yang terbelah. Supaya bibir yang terbelah ini tidak terlalu jauh / tidak terlalu parah nantinya.
Memang perlu. Dan biasanya plester non alergenik ini tetap direkatkan sampai waktu operasi tiba. Supaya tidak menyulitkan operasi.

Mungkin itu yang bisa saya jelaskan.
Jika ada yang kurang, silakan ditanya kembali. Terima kasih
Samuel Pola Karta Sembiring
http://www.doktersam.id
klik disini untuk ajukan konsultasi.

dr. Samuel Pola Karta Sembiring Dokter umum lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Menyelesaikan studi pendidikan dokter pada tahun 2015. Tertarik dengan ilmu kedokteran dan bidang IT. Pernah mengabdi di RSUD Arga Makmur Bengkulu Utara dan bekerja di RSU Martha Friska Medan. Saat ini penulis sedang menjalani residensi Ilmu Bedah di Universitas Padjadjaran.

Mengapa Patah Tulang Panggul Bisa Mengancam Nyawa?

Ketika mendengar istilah patah tulang, kebanyakan orang mungkin langsung membayangkan lengan atau kaki yang dibalut gips. Namun, ada satu jenis patah tulang yang jauh...
dr. Samuel Pola Karta Sembiring
1 min read

Mana Pengobatan yang Lebih Baik Untuk Patah Tulang Panggul?…

Patah tulang panggul (pelvic fracture) merupakan salah satu cedera yang sering dianggap berbahaya dalam dunia medis. Cedera ini terjadi ketika tulang panggul—yang terdiri dari...
dr. Samuel Pola Karta Sembiring
2 min read

Patah Tulang Panggul: Mengapa Berbahaya dan Bagaimana Penanganannya

Patah tulang panggul (pelvis) adalah salah satu cedera yang paling serius dalam dunia medis. Cedera ini bisa terjadi akibat kecelakaan lalu lintas, jatuh dari...
dr. Samuel Pola Karta Sembiring
1 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *