Naskah Konten
- Bagaimana Mengenali Demam Berdarah Dengue?
- MUSIM DBD
Demam berdarah selalu muncul setiap kali musim peralihan atau pancaroba. Terutama saat akan memasuki musim hujan.
Namun tidak menutup kemungkinan kasus DBD dapat muncul di pertengahan musim kemarau atau hujan. - VEKTOR
Virus Dengue dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti. Tidak hanya virus Dengue, nyamuk ini juga dapat membawa virus demam kuning, chikungunya dan virus Zika.
Memberantas sarang nyamuk ini terbukti efektif mencegah penyakit demam berdarah. - GEJALA
Gejala yang timbul akibat demam berdarah dengue antara lain:
– Demam tinggi selama 2-7 hari
– Nyeri kepala
– Nyeri pada mata atau mata terasa panas
– Nyeri badan
– Mual dan muntah
– Ruam merah di kulit
– Terkadang dapat disertai perdarahan
– Nyeri perut
Pasien yang mengalami nyeri perut perlu diwaspadai. Karena ini merupakan salah satu alarm symptom. Mengapa? Karena dikhawatirkan adanya perdarahan saluran cerna - DIAGNOSTIK
Setidaknya, pasien yang dicurigai DBD harus diperiksa darah lengkap.
Biasanya akan dijumpai trombosit yang rendah (atau disebut trombositopenia) dan hematokrit yang meningkat.
Salah satu pemeriksaan yang paling baik untuk DBD saat ini adalah pemeriksaan NS-1. Karena dapat mendiagnosis DBD pada hari pertama demam. Namun pemeriksaan ini menjadi kurang akurat bila dipakai saat demam sudah lebih dari tiga hari. - Tapi jangan salah, beberapa kasus demam tifoid juga bisa mengakibatkan trombositopenia. Untuk itu tanda “trombositopenia” saja tidak dapat dijadikan dasar untuk menegakkan demam berdarah dengue.
- Mengapa banyak pasien DBD yang meninggal?
Kebanyakan pasien DBD meninggal karena kondisi syok atau kekurangan cairan berat. Pasien-pasien ini biasanya terlambat ditangani.
Penanganan utama kasus DBD adalah CAIRAN - Terima kasih.
Jika ada pertanyaan, silakan DM dan tinggalkan komentar di kolom komentar.