dr. Samuel Pola Karta Sembiring Dokter umum lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Menyelesaikan studi pendidikan dokter pada tahun 2015. Tertarik dengan ilmu kedokteran dan bidang IT. Pernah mengabdi di RSUD Arga Makmur Bengkulu Utara dan bekerja di RSU Martha Friska Medan. Saat ini penulis sedang menjalani residensi Ilmu Bedah di Universitas Padjadjaran.

Konsultasi#360: Jika Hasil Rapid Test Reaktif, Kapan Harus Ulang Rapid Test?

40 sec read

Saya waktu hari Jumat rapidtes hasilnya IgG reaktif,,lalu ke esokan hari saya rapidtes lagi dan hasil nya SMA IgG sama reaktif tpi IgM nya non reaktif,,yg sma mau tanya berapa lama jarak waktu untuk rapidtes,,soalnya ada yg bilang 7hari ada yg bilang 10hari,,mohon jawabannya??

Jawab:

Selamat malam.

Dulu, saat awal pandemi, rapid test antibodi merupakan salah satu pemeriksaan yang kita andalkan. Sebab pemeriksaan PCR Swab masih sangat jarang tersedia.

Saat itu, rekomendasi pengulangan rapid test, apabila hasil nonreaktif tapi ada gejala. Pengulangan dilakukan 7-10 hari setelah rapid test yang pertama. Rapid test tidak diulang apabila tidak ada gejala dan hasilnya non reaktif pada rapid test pertama.

Sementara apabila hasilnya rapid test reaktif, maka pemeriksaan rapid test tidak diulang, melainkan langsung pemeriksaan PCR Swab.

Nah, pada situasi yang anda alami, jika saat ini tidak ada gejala, maka tidak perlu diulang rapid test. Karena hasil reaktif pada rapid test dapat menetap sampai beberapa bulan ke depan. Apabila dalam dua minggu terakhir anda memiliki gejala COVID-19 atau riwayat kontak dengan orang sakit atau riwayat bepergian dari luar kota, maka saya anjurkan untuk pemeriksaan PCR Swab saja.

Terima kasih. Semoga bermanfaat.

dr. Samuel Pola Karta Sembiring Dokter umum lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Menyelesaikan studi pendidikan dokter pada tahun 2015. Tertarik dengan ilmu kedokteran dan bidang IT. Pernah mengabdi di RSUD Arga Makmur Bengkulu Utara dan bekerja di RSU Martha Friska Medan. Saat ini penulis sedang menjalani residensi Ilmu Bedah di Universitas Padjadjaran.

Mengapa Patah Tulang Panggul Bisa Mengancam Nyawa?

Ketika mendengar istilah patah tulang, kebanyakan orang mungkin langsung membayangkan lengan atau kaki yang dibalut gips. Namun, ada satu jenis patah tulang yang jauh...
dr. Samuel Pola Karta Sembiring
1 min read

Mana Pengobatan yang Lebih Baik Untuk Patah Tulang Panggul?…

Patah tulang panggul (pelvic fracture) merupakan salah satu cedera yang sering dianggap berbahaya dalam dunia medis. Cedera ini terjadi ketika tulang panggul—yang terdiri dari...
dr. Samuel Pola Karta Sembiring
2 min read

Patah Tulang Panggul: Mengapa Berbahaya dan Bagaimana Penanganannya

Patah tulang panggul (pelvis) adalah salah satu cedera yang paling serius dalam dunia medis. Cedera ini bisa terjadi akibat kecelakaan lalu lintas, jatuh dari...
dr. Samuel Pola Karta Sembiring
1 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *