dr. Samuel Pola Karta Sembiring Dokter umum lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Menyelesaikan studi pendidikan dokter pada tahun 2015. Tertarik dengan ilmu kedokteran dan bidang IT. Pernah mengabdi di RSUD Arga Makmur Bengkulu Utara dan bekerja di RSU Martha Friska Medan. Saat ini penulis sedang menjalani residensi Ilmu Bedah di Universitas Padjadjaran.

Konsultasi#29: Bayi Saya Demam. Mungkinkah Ini Sepsis?

1 min read

saya mau tanya. Saya baru melahirkan sekitar satu bulan yang lalu. Alhamdulilah bayi saya tidak ada kelainan. Namun entah kenapa dari dulu sampai saat ini badannya terasa agaka demam. Pernah paling tinggi (38.5 derajat C) Demamnya naik turun terus.

Terus, saya cari info terus di internet tentang demam pada anak bayi, dan kebanyakan yang saya dapatkan info tentang “sepsis”

jdi, yang mau saya tanyakan, apa mungkin anak saya terkena sepsis? Dan mohon dijelaskan apa itu sepsis.

Terima kasih.

(T)

Jawab:
Sebelumnya saya ucapkan selamat atas kelahiran bayi anda bu.

Nah, begini. Sepsis itu merupakan kondisi dimana terjadi infeksi akibat beredarnya kuman dalam darah. Penyebab infeksinya biasanya adalah bakteri.

Bayi yang baru lahir, sudah seharusnya kondisinya sehat. Artinya, tidak panas atau demam. Nah, jika bayi anda lahir dalam kondisi yang seperti yang anda jelaskan tadi, maka memang sudah seharusnya kita cari penyebabnya.

Penyebab demam pada bayi baru lahir ada banyak, dan salah satunya kemungkinan besar adalah sepsis. Ada beberapa faktor yang perlu anda ketahui yang dapat menyebabkan sepsis pada bayi.
Misalnya faktor ibu antara lain ibu demam, infeksi saluran kemiih, ketuban pecah dini dan keputihan. Faktor dari bayi sendiri antara lain lahir prematur, daya tahan tubuh bayi yang rendah dan berat badan lahir rendah. Sedangkan faktor lainnya seperti kurang higienisnya perawatan bayi, cara prosedur kelahiran atau kontak langsung dari tenaga kesehatan (misalnya dokter, perawat dan lain-lain).

Nah, untuk menegakkan diagnosis sepsis, kita tidak bisa hanya dengan menebak saja atau dengan melihat gejala klinis dari si bayi saja. Ada beberapa tahapan prosedur pemeriksaan yang harus dilakukan. Misalnya kultur darah atau urin untuk menentukan bakteri patogen yang menginfeksi. Atau bisa juga dengan pungsi lumbal (mengambil cairan serebrospinal) untuk menyingkirkan kemungkinan meningitis.

Semoga bermanfaat,
Terima kasih.
Samuel Pola Karta Sembiring
klik disini untuk ajukan konsultasi.

dr. Samuel Pola Karta Sembiring Dokter umum lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Menyelesaikan studi pendidikan dokter pada tahun 2015. Tertarik dengan ilmu kedokteran dan bidang IT. Pernah mengabdi di RSUD Arga Makmur Bengkulu Utara dan bekerja di RSU Martha Friska Medan. Saat ini penulis sedang menjalani residensi Ilmu Bedah di Universitas Padjadjaran.

Mengapa Patah Tulang Panggul Bisa Mengancam Nyawa?

Ketika mendengar istilah patah tulang, kebanyakan orang mungkin langsung membayangkan lengan atau kaki yang dibalut gips. Namun, ada satu jenis patah tulang yang jauh...
dr. Samuel Pola Karta Sembiring
1 min read

Mana Pengobatan yang Lebih Baik Untuk Patah Tulang Panggul?…

Patah tulang panggul (pelvic fracture) merupakan salah satu cedera yang sering dianggap berbahaya dalam dunia medis. Cedera ini terjadi ketika tulang panggul—yang terdiri dari...
dr. Samuel Pola Karta Sembiring
2 min read

Patah Tulang Panggul: Mengapa Berbahaya dan Bagaimana Penanganannya

Patah tulang panggul (pelvis) adalah salah satu cedera yang paling serius dalam dunia medis. Cedera ini bisa terjadi akibat kecelakaan lalu lintas, jatuh dari...
dr. Samuel Pola Karta Sembiring
1 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *