dr. Samuel Pola Karta Sembiring Dokter umum lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Menyelesaikan studi pendidikan dokter pada tahun 2015. Tertarik dengan ilmu kedokteran dan bidang IT. Pernah mengabdi di RSUD Arga Makmur Bengkulu Utara dan bekerja di RSU Martha Friska Medan. Saat ini penulis sedang menjalani residensi Ilmu Bedah di Universitas Padjadjaran.

Konsultasi#50: Muntah Berlebih Saat Masa Kehamilan…

59 sec read

Mas sam, saya mau tanya nih.
Saat ini istri saya hamil 12 minggu. Nah, dia belakangan ini sering sekali merasa mual dan sering muntah.
Dalam sehari bisa lebih 10 kali dia muntah. Sehingga dia sering terlihat sangat lemah dan kurang air.

Ini adalah kehamilannya yang pertama. Apa memang seperti itu normalnya ya???
Terus bagaimana caranya supaya dia tidak muntah lagi?

Terima kasih!

(Pak Tiop)

Jawab:
Salam sehat pak Tiop.

Nah, itu lah yang dinamakan hiperemesis gravidarum. Muntah berlebih saat masa kehamilan. Dan memang muntahnya bisa lebih dari 10 kali dalam sehari.
Penyebabnya tidak begitu jelas dan multifaktorial. Kadang memang mual dan muntah saat masa kehamilan adalah wajar, akibat pengaruh hormonal. Namun kalau terlalu sering lain lagi ceritanya!

Kalau keadaannya semakin parah maka bisa mengakibatkan komplikasi pada hati, jantung, otak dan ginjal, dan berakhir dengan kematian.

Ada tiga tingkat hiperemesis gravidarum ini.
Tingkat Satu: si penderita hanya mual muntah, tekanan darah menurun, lidah kering, mata cekung, nadi sekitar 100x/menit.
Tingkat Dua: mual muntah, nadi kecil dan cepat, suhu badan naik, kulit sedikit berwarna kuning, konstipasi dan nafas berbau khas.
Tingkat Tiga: keadaan penderita-nya sangat jelek, kesadaran menurun sampai koma, dan tensi turun sekali.

Nah pengobatan bisa dilakukan berdasarkan tingkatnya.

Untuk tingkat satu cukup berikan terapi obat. Obat sedativa (Luminal, Stesolid), Vitamin (B1 dan B6), anti muntah (Mediamer B6, Drammamin, Avopreg, Avomin).
Kalau tingkat dua dan tiga sudah harus dirawat inap di rumah sakit.

Usahakan juga jangan terlalu banyak makan sekaligus, tetapi dalam porsi sedikit namun sering. Jangan tiba-tiba berdiri waktu bangun pagi, karena akan menyebabkan rasa oyong, mual dan muntah. Buang air besar juga diusahakan teratur.

Terima kasih,
Salam sehat,
Samuel Pola Karta Sembiring.
klik disini untuk ajukan konsultasi.

dr. Samuel Pola Karta Sembiring Dokter umum lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Menyelesaikan studi pendidikan dokter pada tahun 2015. Tertarik dengan ilmu kedokteran dan bidang IT. Pernah mengabdi di RSUD Arga Makmur Bengkulu Utara dan bekerja di RSU Martha Friska Medan. Saat ini penulis sedang menjalani residensi Ilmu Bedah di Universitas Padjadjaran.

Mengapa Patah Tulang Panggul Bisa Mengancam Nyawa?

Ketika mendengar istilah patah tulang, kebanyakan orang mungkin langsung membayangkan lengan atau kaki yang dibalut gips. Namun, ada satu jenis patah tulang yang jauh...
dr. Samuel Pola Karta Sembiring
1 min read

Mana Pengobatan yang Lebih Baik Untuk Patah Tulang Panggul?…

Patah tulang panggul (pelvic fracture) merupakan salah satu cedera yang sering dianggap berbahaya dalam dunia medis. Cedera ini terjadi ketika tulang panggul—yang terdiri dari...
dr. Samuel Pola Karta Sembiring
2 min read

Patah Tulang Panggul: Mengapa Berbahaya dan Bagaimana Penanganannya

Patah tulang panggul (pelvis) adalah salah satu cedera yang paling serius dalam dunia medis. Cedera ini bisa terjadi akibat kecelakaan lalu lintas, jatuh dari...
dr. Samuel Pola Karta Sembiring
1 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *