dr. Samuel Pola Karta Sembiring Dokter umum lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Menyelesaikan studi pendidikan dokter pada tahun 2015. Tertarik dengan ilmu kedokteran dan bidang IT. Pernah mengabdi di RSUD Arga Makmur Bengkulu Utara dan bekerja di RSU Martha Friska Medan. Saat ini penulis sedang menjalani residensi Ilmu Bedah di Universitas Padjadjaran.

Konsultasi#223: Kapankah Penderita Thalasemia Beta Trait Membutuhkan Transfusi Darah?

45 sec read

1.Apakah Beta Thalasemia trait itu harus selalu diobati melalui transfusi darah?

2. bukan kah transfusi darah itu hanya di khususkan bagi penderita thalasemia mayor?

3. kapan kah penderita beta thalasemia trait itu membutuhkan transfusi?

4. Lebih bahaya Beta Thalasemia trait atau alpa Thalasemia Trait?
(M)

Jawab:
Selamat malam pak.

Saya akan coba jawab pertanyaan bapak. 🙂
1. Thalasemia beta trait merupakan jenis thalasemia yang ringan sehingga tidak harus selalu mendapat transfusi darah. Namun bukan berarti tidak membutuhkan transfusi darah.
Kapan thalasemia beta trait membutuhkan transfusi darah? Ketika Hb yang terukur dibawah 6.g% (menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia).

2. Ya memang benar pak. Thalasemia mayor memang hampir selalu mendapat transfusi darah. Dan juga harus dibarengi dengan terapi kelasi karena komplikasi dari transfusi darah adalah kelebihan zat besi dalam tubuh. Dengan terapi kelasi risiko akibat kelebihan zat besi ini dapat berkurang.

3. Sudah terjawab di nomor dua ya pak

4. Saya tidak yakin mana yang lebih berbahaya. Manifestasi klinis pada setiap orang dengan penyakit yang sama sering sekali berbeda-beda pak.
Bentuk thalasemia beta paling ringan adalah beta thalasemia trait.
Sedangkan bentuk thalasemia alpha paling ringan adalah Silent Carier thalasemia alpha. Bukan thalasemia alpha trait.

Menurut beberapa referensi thalasemia beta trait hampir tidak menunjukkan gejala pak.

Terima kasih
Semoga bermanfaat.
Samuel Pola Karta Sembiring
http://www.morphostlab.com
twitter: @morphostlab
klik disini untuk ajukan konsultasi.

dr. Samuel Pola Karta Sembiring Dokter umum lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Menyelesaikan studi pendidikan dokter pada tahun 2015. Tertarik dengan ilmu kedokteran dan bidang IT. Pernah mengabdi di RSUD Arga Makmur Bengkulu Utara dan bekerja di RSU Martha Friska Medan. Saat ini penulis sedang menjalani residensi Ilmu Bedah di Universitas Padjadjaran.

Mengapa Patah Tulang Panggul Bisa Mengancam Nyawa?

Ketika mendengar istilah patah tulang, kebanyakan orang mungkin langsung membayangkan lengan atau kaki yang dibalut gips. Namun, ada satu jenis patah tulang yang jauh...
dr. Samuel Pola Karta Sembiring
1 min read

Mana Pengobatan yang Lebih Baik Untuk Patah Tulang Panggul?…

Patah tulang panggul (pelvic fracture) merupakan salah satu cedera yang sering dianggap berbahaya dalam dunia medis. Cedera ini terjadi ketika tulang panggul—yang terdiri dari...
dr. Samuel Pola Karta Sembiring
2 min read

Patah Tulang Panggul: Mengapa Berbahaya dan Bagaimana Penanganannya

Patah tulang panggul (pelvis) adalah salah satu cedera yang paling serius dalam dunia medis. Cedera ini bisa terjadi akibat kecelakaan lalu lintas, jatuh dari...
dr. Samuel Pola Karta Sembiring
1 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *