Ambeien atau wasir adalah salah satu penyakit yang sangat sering dialami masyarakat. Banyak orang berpikir bahwa setelah diobati, ambeien akan hilang selamanya. Sayangnya, kenyataannya tidak selalu demikian. Ambeien bisa kambuh kembali, bahkan pada orang yang sudah pernah menjalani pengobatan atau operasi sekalipun.
Memahami kenapa ambeien bisa kambuh, apa saja faktor pencetusnya, dan bagaimana cara mencegahnya sangat penting. Dengan pengetahuan yang tepat, kekambuhan bisa diminimalkan, dan kualitas hidup tetap terjaga.
Kenapa Ambeien Bisa Kambuh?
Ambeien pada dasarnya adalah pembesaran bantalan pembuluh darah normal yang ada di anus. Bantalan ini sebenarnya memiliki fungsi penting, yaitu membantu menjaga kontrol buang air besar (kontinensia). Namun, ketika terjadi peningkatan tekanan atau kelemahan jaringan penyangga, bantalan ini dapat membesar dan menimbulkan gejala.
Ambeien terjadi karena:
- Pembesaran dan pergeseran bantalan vaskular anal
- Kelemahan jaringan penyangga
- Peningkatan tekanan di daerah anorektal
Hal penting yang harus dipahami adalah:
?? Penyebab dasar ambeien seringkali masih tetap ada, meskipun gejalanya sudah membaik.
Misalnya:
- Kebiasaan mengejan
- Konstipasi kronis
- Kebiasaan duduk terlalu lama
Jika faktor-faktor ini masih berlangsung, maka ambeien bisa muncul kembali.
Menurut Bailey & Love’s Short Practice of Surgery, bahkan setelah terapi, jika faktor predisposisi tidak dihilangkan, maka gejala dapat kambuh kembali.
(Referensi: Bailey & Love, 28th ed, Chapter: The Anal Canal)
Selain itu, meskipun operasi menghilangkan jaringan ambeien yang sudah membesar, jaringan baru masih bisa mengalami pembesaran jika tekanan tetap tinggi.
Ini adalah konsep penting yang sering tidak dipahami pasien.
Hal-Hal yang Bisa Membuat Ambeien Kambuh
Ada beberapa faktor utama yang terbukti meningkatkan risiko kekambuhan ambeien.
1. Konstipasi (Sembelit)
Ini adalah penyebab paling utama.
Menurut Sabiston Textbook of Surgery, konstipasi menyebabkan:
- Peningkatan tekanan saat mengejan
- Trauma pada jaringan anus
- Gangguan aliran darah vena
(Referensi: Sabiston, 21st ed, Chapter: Anorectal Disease)
Semakin sering seseorang mengejan, semakin tinggi risiko kekambuhan.
2. Kebiasaan Mengejan Lama
Banyak orang duduk lama di toilet sambil bermain HP.
Hal ini menyebabkan:
- Tekanan berkepanjangan pada vena anus
- Penumpukan darah
- Pembesaran ambeien
3. Duduk Terlalu Lama
Duduk lama menyebabkan aliran darah vena terhambat.
Terutama pada:
- Pekerja kantor
- Sopir
- Gamer
Ini meningkatkan tekanan pada pembuluh darah anus.
4. Kurang Serat
Serat sangat penting untuk:
- Melunakkan feses
- Mengurangi kebutuhan mengejan
Diet rendah serat meningkatkan risiko kekambuhan.
Menurut Schwartz:
Diet rendah serat adalah faktor utama dalam perkembangan ambeien.
(Referensi: Schwartz, Chapter: Anus)
5. Obesitas
Berat badan berlebih meningkatkan tekanan intra-abdominal.
Tekanan ini diteruskan ke vena anus.
Akibatnya:
- Ambeien lebih mudah kambuh
6. Kehamilan
Pada wanita hamil:
- Rahim menekan vena
- Aliran darah terganggu
- Ambeien mudah muncul atau kambuh
7. Kurang Aktivitas Fisik
Kurang gerak memperlambat pergerakan usus.
Akibatnya:
- Konstipasi meningkat
- Risiko ambeien meningkat
8. Tidak Mengubah Gaya Hidup Setelah Pengobatan
Ini adalah penyebab paling sering.
Banyak pasien berpikir:
?? Setelah diobati, mereka bebas melakukan kebiasaan lama.
Padahal, jika penyebab tidak diperbaiki, ambeien hampir pasti bisa kambuh.
Hal-Hal yang Mencegah Kekambuhan
Kabar baiknya, kekambuhan bisa dicegah.
Menurut Sabiston, terapi paling penting sebenarnya adalah perubahan gaya hidup.
(Referensi: Sabiston, Chapter: Anorectal Disease)
Berikut langkah penting:
1. Konsumsi Serat Tinggi
Ini adalah langkah paling efektif.
Contoh:
- Sayur
- Buah
- Gandum
Serat membuat feses:
- Lebih lunak
- Lebih mudah keluar
Sehingga tidak perlu mengejan.
2. Minum Air yang Cukup
Air membantu:
- Melunakkan feses
- Mencegah konstipasi
Minimal:
2 liter per hari.
3. Jangan Mengejan
Jika tidak ingin BAB:
Jangan dipaksa.
Mengejan meningkatkan tekanan anus.
4. Jangan Duduk Lama di Toilet
Idealnya:
Tidak lebih dari 5 menit.
5. Olahraga Teratur
Olahraga membantu:
- Pergerakan usus
- Sirkulasi darah
Contoh:
- Jalan kaki
- Jogging
6. Jaga Berat Badan Ideal
Mengurangi tekanan pada vena anus.
7. Hindari Duduk Lama
Jika pekerjaan duduk:
Istirahat setiap 30-60 menit.
8. Biasakan BAB Teratur
Jangan menahan BAB.
Menahan BAB menyebabkan:
- Feses mengeras
- Sulit keluar
Apakah Setelah Operasi Masih Bisa Kambuh?
Jawabannya:
Ya, masih bisa.
Menurut Bailey & Love:
Hemorrhoidectomy memiliki hasil yang baik, tetapi kekambuhan tetap mungkin terjadi, terutama jika faktor risiko tidak dihilangkan.
(Referensi: Bailey & Love, Chapter: The Anal Canal)
Namun, kekambuhan setelah operasi biasanya lebih rendah dibandingkan terapi non-operatif.
Kesimpulan
Ambeien memang bisa kambuh kembali, bahkan setelah diobati atau dioperasi.
Penyebab utama kekambuhan adalah faktor-faktor yang meningkatkan tekanan pada anus, seperti konstipasi, kebiasaan mengejan, duduk lama, kurang serat, dan gaya hidup tidak sehat.
Namun, kabar baiknya, kekambuhan bisa dicegah dengan langkah sederhana, seperti:
- Konsumsi serat tinggi
- Minum cukup air
- Tidak mengejan
- Olahraga teratur
- Menjaga berat badan
Hal paling penting yang harus dipahami adalah:
?? Pengobatan saja tidak cukup. Perubahan gaya hidup adalah kunci utama.
Dengan menjaga kebiasaan sehat, risiko kekambuhan bisa ditekan, dan hidup bisa lebih nyaman tanpa gangguan ambeien.