dr. Samuel Pola Karta Sembiring Dokter umum lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Menyelesaikan studi pendidikan dokter pada tahun 2015. Tertarik dengan ilmu kedokteran dan bidang IT. Pernah mengabdi di RSUD Arga Makmur Bengkulu Utara dan bekerja di RSU Martha Friska Medan. Saat ini penulis sedang menjalani residensi Ilmu Bedah di Universitas Padjadjaran.

Menjalani Hidup yang Lebih Bahagia dan Bermakna

4 min read

Buku “Filosofi Teras” karya Henry Manampiring menawarkan berbagai pelajaran hidup yang berguna untuk menghadapi berbagai rintangan dan menemukan kebahagiaan. Berikut adalah 5 hal yang bisa dipetik dari buku tersebut:

DIKOTOMI KENDALI

Belajarlah untuk membedakan hal-hal yang berada di dalam kendali kita dan yang tidak. Fokuslah pada hal-hal yang dapat dikontrol, seperti pikiran, tindakan, dan reaksi terhadap situasi. Terimalah dengan lapang dada hal-hal yang tidak dapat diubah.

Dikotomi kendali adalah sebuah konsep dalam filsafat Stoik yang membagi segala sesuatu dalam hidup menjadi dua kategori, Berikut kategorinya beserta contohnya

1. Hal-hal yang berada di dalam kendali kita:

  • Pikiran
  • Tindakan
  • Reaksi terhadap situasi
  • Upaya dan usaha
  • Cara pandang terhadap suatu hal

2. Hal-hal yang berada di luar kendali kita:

  • Peristiwa eksternal
  • Pendapat orang lain
  • Cuaca
  • Masa lalu
  • Hasil akhir dari suatu usaha

Dengan memahami dikotomi kendali, kita dapat memfokuskan energi dan perhatian pada hal-hal yang dapat kita ubah dan kendalikan. Hal ini membantu kita untuk:

  • Mengurangi stres dan kecemasan
  • Meningkatkan fokus dan produktivitas
  • Meningkatkan rasa bahagia dan sejahtera
  • Meningkatkan rasa tanggung jawab atas hidup kita
  • Menerima kenyataan dengan lebih lapang dada

Contoh penerapan dikotomi kendali:

  • Kita tidak bisa mengendalikan cuaca, tetapi kita bisa mengendalikan cara kita berpakaian dan bereaksi terhadap cuaca.
  • Kita tidak bisa mengendalikan pendapat orang lain tentang kita, tetapi kita bisa mengendalikan tindakan dan perilaku kita.
  • Kita tidak bisa mengendalikan masa lalu, tetapi kita bisa belajar darinya dan fokus pada masa depan.

Dengan menerapkan dikotomi kendali, kita dapat belajar untuk melepaskan diri dari hal-hal yang tidak dapat kita ubah dan fokus pada hal-hal yang dapat kita kendalikan. Hal ini akan membantu kita untuk menjalani hidup yang lebih tenang, bahagia, dan bermakna.

Penting untuk diingat bahwa dikotomi kendali bukanlah tentang mengabaikan atau meremehkan hal-hal yang berada di luar kendali kita. Justru, dengan memahami dan menerima bahwa ada hal-hal yang tidak dapat kita ubah, kita dapat memfokuskan energi dan perhatian kita pada hal-hal yang dapat kita ubah dengan lebih efektif.

MEMBEDAKAN KEINGINAN DAN KEBUTUHAN

Sadarilah bahwa banyak hal yang kita inginkan sebenarnya tidak kita butuhkan. Fokuslah pada memenuhi kebutuhan dasar dan belajarlah untuk bersyukur atas apa yang kita miliki.

Keinginan adalah sesuatu yang ingin dimiliki atau dicapai seseorang. Kebutuhan adalah sesuatu yang harus dimiliki atau dicapai seseorang untuk bertahan hidup dan hidup dengan baik.

Berikut adalah beberapa perbedaan utama antara keinginan dan kebutuhan:

1. Urgensi:

  • Kebutuhan: Mendesak dan penting untuk kelangsungan hidup dan kesejahteraan.
  • Keinginan: Tidak mendesak dan tidak penting untuk kelangsungan hidup.

2. Dampak:

  • Kebutuhan: Jika tidak terpenuhi, dapat menyebabkan konsekuensi negatif yang serius, seperti kelaparan, penyakit, atau bahkan kematian.
  • Keinginan: Jika tidak terpenuhi, tidak akan menyebabkan konsekuensi negatif yang serius.

3. Sifat:

  • Kebutuhan: Umumnya bersifat objektif dan universal, seperti kebutuhan akan makanan, air, dan tempat tinggal.
  • Keinginan: Seringkali bersifat subjektif dan individual, seperti keinginan untuk memiliki mobil mewah atau rumah besar.

4. Kepuasan:

  • Kebutuhan: Memenuhi kebutuhan memberikan rasa puas dan lega.
  • Keinginan: Memenuhi keinginan memberikan rasa senang dan bahagia, tetapi tidak selalu memberikan rasa puas yang langgeng.

Berikut adalah beberapa contoh untuk membantu memahami perbedaan antara keinginan dan kebutuhan:

Kebutuhan:

  • Makanan
  • Air
  • Tempat tinggal
  • Pakaian
  • Kesehatan
  • Pendidikan

Keinginan:

  • Mobil mewah
  • Rumah besar
  • Liburan ke luar negeri
  • Pakaian bermerek
  • Gadget terbaru

Penting untuk memahami perbedaan antara keinginan dan kebutuhan. Dengan memahami perbedaan ini, kita dapat membuat keputusan yang lebih baik tentang bagaimana menghabiskan waktu, uang, dan energi kita.

Berikut adalah beberapa tips untuk membantu Anda membedakan antara keinginan dan kebutuhan:

  • Tanyakan pada diri sendiri apakah Anda benar-benar membutuhkan sesuatu atau hanya menginginkannya.
  • Pertimbangkan konsekuensi dari tidak mendapatkan sesuatu.
  • Bandingkan harga dan nilai dari berbagai pilihan.
  • Tunggu beberapa hari sebelum membeli sesuatu yang mahal untuk melihat apakah Anda masih menginginkannya.

Dengan memahami perbedaan antara keinginan dan kebutuhan, Anda dapat membuat pilihan yang lebih baik dan menjalani hidup yang lebih bahagia dan memuaskan.

MENGASAH KEBIJAKAN STOIK

Kembangkan kebajikan-kebijakan Stoik seperti keberanian, keadilan, kebijaksanaan, dan moderasi dalam kehidupan sehari-hari.

Kebajikan Stoik adalah pilar utama untuk menjalani hidup yang bahagia dan bermakna. Berikut beberapa tips untuk mengasah keempat kebajikan utama Stoik:

1. Keberanian (Courage):

  • Hadapi rasa takutmu secara langsung.
  • Beranikan diri untuk mengambil risiko yang terukur.
  • Berdirilah untuk apa yang kamu yakini.
  • Bersikaplah tegas dalam menghadapi situasi sulit.

2. Keadilan (Justice):

  • Bersikaplah adil dan imparsial dalam setiap tindakanmu.
  • Selalu hormati hak-hak orang lain.
  • Bantulah orang lain yang membutuhkan.
  • Berbicaralah dengan jujur dan berani.

3. Kebijaksanaan (Wisdom):

  • Gunakan akal sehat dan logika dalam mengambil keputusan.
  • Pikirlah sebelum bertindak.
  • Pelajari berbagai sudut pandang sebelum mengambil kesimpulan.
  • Bersikaplah terbuka dan mau belajar.

4. Moderasi (Moderation):

  • Hindari segala bentuk ekstremisme.
  • Carilah keseimbangan dalam segala hal.
  • Bersikaplah bersahaja dan tidak berlebihan.
  • Bersyukurlah atas apa yang kamu miliki.

Berikut beberapa latihan praktis untuk mengasah kebajikan Stoik:

  • Meditasi: Melatih fokus dan kesadaran diri.
  • Jurnal Stoik: Menulis refleksi tentang pengalaman dan penerapan kebajikan Stoik.
  • Latihan dikotomi kendali: Membedakan hal-hal yang dapat dan tidak dapat dikontrol.
  • Voluntary discomfort: Menghadapi tantangan dan ketidaknyamanan secara sukarela.

Mengasah kebajikan Stoik membutuhkan dedikasi dan latihan yang konsisten. Namun, dengan tekad dan usaha, kamu dapat mengembangkan karakter yang kuat dan menjalani hidup yang lebih bahagia dan bermakna.

Ingatlah, kebahagiaan tidak datang dari luar, melainkan dari dalam diri. Dengan mengasah kebajikan Stoik, kamu dapat menemukan kebahagiaan sejati yang tidak bergantung pada faktor eksternal.

HIDUP SAAT INI

Hindari terjebak dalam penyesalan masa lalu atau kecemasan tentang masa depan. Fokuslah pada momen saat ini dan nikmati setiap detiknya.

Hidup di momen saat ini adalah kunci untuk menemukan kebahagiaan dan ketenangan. Berikut beberapa cara untuk membantu Anda fokus pada saat ini dan menikmati setiap detik:

1. Latihan Kesadaran (Mindfulness):

  • Lakukan meditasi mindfulness, seperti meditasi napas atau meditasi berjalan.
  • Perhatikan sensasi fisik di tubuh Anda, seperti rasa sentuhan, suhu, dan suara.
  • Sadarilah pikiran dan perasaan Anda tanpa menghakimi.
  • Kembalikan fokus Anda ke saat ini ketika pikiran Anda mengembara.

2. Latihan Stoik:

  • Terapkan dikotomi kendali, fokuslah pada hal-hal yang dapat Anda kontrol.
  • Terima kenyataan dengan lapang dada, lepaskan hal-hal yang tidak dapat Anda ubah.
  • Berlatihlah hidup di saat ini dengan penuh kesadaran.
  • Bersyukurlah atas hal-hal kecil dalam hidup Anda.

3. Aktivitas yang Membantu:

  • Lakukan aktivitas yang Anda sukai dan nikmati sepenuhnya.
  • Habiskan waktu di alam dan rasakan keindahannya.
  • Berinteraksi dengan orang lain dengan penuh perhatian.
  • Lakukan kegiatan kreatif yang membutuhkan fokus dan konsentrasi.

4. Menghilangkan Gangguan:

  • Matikan notifikasi ponsel dan matikan TV.
  • Luangkan waktu untuk diri sendiri tanpa gangguan.
  • Temukan tempat yang tenang dan nyaman untuk fokus.
  • Batasi penggunaan media sosial.

5. Berlatih Bersyukur:

  • Luangkan waktu setiap hari untuk mensyukuri hal-hal baik dalam hidup Anda.
  • Tulis jurnal rasa syukur dan catat hal-hal yang Anda syukuri.
  • Katakan “terima kasih” kepada orang-orang yang telah membantu Anda.
  • Sadarilah bahwa selalu ada sesuatu untuk disyukuri, bahkan dalam situasi sulit.

Menfokuskan pada momen saat ini membutuhkan latihan dan kesabaran. Namun, dengan usaha dan dedikasi, Anda dapat mengembangkan kebiasaan ini dan menikmati hidup yang lebih bahagia dan bermakna.

Ingatlah, setiap detik adalah hadiah. Nikmatilah!

MENEMUKAN KEBAHAGIAAN SEJATI

Kebahagiaan tidak datang dari faktor eksternal, melainkan dari dalam diri. Temukan kebahagiaan dengan hidup sesuai dengan kebajikan dan menerima apa yang terjadi dengan lapang dada.

Buku “Filosofi Teras” menawarkan panduan praktis untuk menjalani hidup yang lebih tenang, bahagia, dan bermakna. Dengan menerapkan pelajaran-pelajaran dalam buku ini, kita dapat menghadapi berbagai rintangan dengan lebih kuat dan menemukan kebahagiaan sejati.

Catatan:

  • Buku ini bukan hanya tentang filosofi Stoik, tetapi juga tentang bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
  • Bahasa yang digunakan dalam buku ini mudah dipahami dan relatable bagi pembaca muda.
  • Buku ini telah menjadi best-seller di Indonesia dan telah membantu banyak orang untuk menjalani hidup yang lebih baik.
dr. Samuel Pola Karta Sembiring Dokter umum lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Menyelesaikan studi pendidikan dokter pada tahun 2015. Tertarik dengan ilmu kedokteran dan bidang IT. Pernah mengabdi di RSUD Arga Makmur Bengkulu Utara dan bekerja di RSU Martha Friska Medan. Saat ini penulis sedang menjalani residensi Ilmu Bedah di Universitas Padjadjaran.

Bio Saya

BIO SAYA Pendidikan PPDS Ilmu Bedah Unpad 2022 Profesi Dokter RSUP HAM 2013 FK USU 2009 Pengalaman RSUP dr. Hasan Sadikin 2018 Tim Medis...
dr. Samuel Pola Karta Sembiring
36 sec read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *