dr. Samuel Pola Karta Sembiring Dokter umum lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Menyelesaikan studi pendidikan dokter pada tahun 2015. Tertarik dengan ilmu kedokteran dan bidang IT. Pernah mengabdi di RSUD Arga Makmur Bengkulu Utara dan bekerja di RSU Martha Friska Medan. Saat ini penulis bertugas tetap di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung sebagai dokter umum.

Deteksi Dini Hipertiroid

1 min read

Hipertiroid merupakan penyakit akibat kadar hormon tiroid yang terlalu tinggi dalam tubuh. Sedangkan hipotiroid adalah sebaliknya. Kita tidak dapat mengetahui berapa banyak kadar hormon tiroid dalam tubuh kita tanpa melakukan pemeriksaan darah. Maka dari itu, kita perlu cukup awas untuk mengetahui tanda dan gejala hipertiroid. Sebab, jika tidak dideteksi secara dini, penyakit hipertiroid dapat membawa konsekuensi yang buruk. Maka dari itu, simak cara mendeteksinya secara dini!

Pertama, kita perlu mengenali terlebih dahulu apa saja gejala-gejala yang dialami seseorang dengan hipertiroid.

  • Tremor atau gemetar di bagian tangan. bisa terlihat dari gerakan jari yang bergemetar.
  • Mudah merasa gerah dan berkeringat. Biasanya penderitanya merasa “kepanasan” padahal orang lain tidak merasa demikian. Sebaliknya, hipotiroid sering merasa kedinginan.
  • Gelisah
  • Mudah marah
  • Berat badan turun drastis. Hal ini dikarenakan proses metabolisme yang meningkat. Untuk mendukung proses ini, dibutuhkan banyak energi. Sehingga para penderita hipertiroid (terutama pasien yang sudah lama menderita hipertiroid), sering dijumpai kurus.
  • Sulit tidur
  • Konsentrasi menurun
  • Diare
  • Penglihatan kabur
  • Rambut rontok
  • Gangguan menstruasi pada wanita.

Mengapa kita harus segera mendeteksi dini hipertiroid?

Alasannya sudah saya jelaskan di atas. Jika kita tidak mau penyakit hipertiroid perlahan-lahan “menggerogoti” tubuh kita, maka kita perlu melakukan penanganan sejak awal. Konsekuensi-konsekuensi yang mungkin terjadi akibat hipertiroid yang tidak ditangani antara lain: Gangguan pada jantung, cidera saraf, infertil (tidak subur) dan kematian.

Cara mendeteksi dini hipertiroid

  1. Berdiri di depan cermin, arahkan pandangan ke atas sehingga leher terlihat jelas.
  2. Lakukan gerakan menelan dan perhatikan bagian bawah jakun.
  3. Kemudian lakukan gerakan menelan sambil raba bagian bawah akun.
  4. Perhatikan, jika ada yang mencurigakan atau terasa ada benjolan.

Perlu diingat, langkah-langkah di atas bukanlah cara mendiagnosis hipertiroid! Tetapi cara mendeteksi dini hipertiroid. Jika memang dengan cara tersebut, ada kecurigaan ke arah hipertiroid maka berikutnya dilakukan pemeriksaan darah.

Selain dengan pemeriksaan fisik tadi, deteksi dini hipertiroid juga bisa dilakukan dengan kuesioner. Kamu dapat mencari di internet dnegan keyword “kuesioner hipertiroid”. Ada banyak contohnya, saya merekomendasikan kuesioner hipertiroid milik Kementerian Kesehatan.

Jika kamu merasa memiliki gejala-gejala hipertiroid, kamu dapat memeriksakan diri ke dokter.

Bagaimana mendiagnosisnya?

Diagnosis hipertiroid akan ditegakkan melalui pemeriksaan darah dan radiologi (skintigrafi dan usg). USG yang dimaksud adalah USG leher.

dr. Samuel Pola Karta Sembiring Dokter umum lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Menyelesaikan studi pendidikan dokter pada tahun 2015. Tertarik dengan ilmu kedokteran dan bidang IT. Pernah mengabdi di RSUD Arga Makmur Bengkulu Utara dan bekerja di RSU Martha Friska Medan. Saat ini penulis bertugas tetap di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung sebagai dokter umum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Spam Protection by WP-SpamFree

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.